



Pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kesehatan keluarga terus dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Komputer Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Pemberdayaan Ibu-Ibu RT Kelurahan Sukaluyu Melalui Pelatihan Aplikasi Penghitung BMI dan BMR untuk Pemantauan Kesehatan Keluarga Secara Mandiri” yang dilaksanakan di Kelurahan Sukaluyu, Kota Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan dan literasi digital masyarakat, khususnya ibu-ibu di lingkungan RT. Kelurahan Sukaluyu merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.
Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan aplikasi Kalkulator BMI dan BMR berbasis Android yang dikembangkan sebagai alat bantu sederhana untuk memperoleh informasi awal mengenai status berat badan dan kebutuhan energi. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep Body Mass Index (BMI) dan Basal Metabolic Rate (BMR), tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba aplikasi secara langsung menggunakan smartphone masing-masing.
Pelaksanaan Kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, demonstrasi penggunaan aplikasi, praktik memasukkan data pengguna, perhitungan BMI dan BMR, pendampingan, serta evaluasi melalui diskusi dan post-test.
Dalam praktiknya, peserta memasukkan data berupa berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin ke dalam aplikasi. Selanjutnya, aplikasi menampilkan hasil perhitungan BMI dan estimasi BMR serta informasi kebutuhan energi berdasarkan tingkat aktivitas. Peserta juga diperkenalkan dengan fitur detail yang memberikan informasi tambahan sebagai bahan edukasi dalam memahami hasil perhitungan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti proses penggunaan aplikasi dengan baik. Berdasarkan observasi praktik, seluruh peserta mampu membuka dan menjalankan aplikasi, memasukkan data, melakukan perhitungan BMI dan BMR, serta membaca dan memahami informasi yang ditampilkan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa smartphone yang selama ini digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari juga dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung literasi kesehatan keluarga.
Meskipun demikian, selama kegiatan masih ditemukan perbedaan tingkat pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan teknologi. Beberapa peserta membutuhkan pendampingan lebih intensif ketika melakukan praktik. Kendala tersebut diatasi melalui demonstrasi secara bertahap, pendampingan langsung, pengulangan praktik, serta pemberian modul digital sebagai panduan penggunaan aplikasi.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan satu kali, tetapi dapat mendorong peserta untuk memanfaatkan aplikasi secara berkelanjutan sebagai alat bantu pemantauan kesehatan keluarga secara mandiri. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Kegiatan PkM ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, serta difasilitasi melalui Divisi Pengabdian pada Masyarakat (DP2M) UNIKOM. Program tersebut sejalan dengan komitmen UNIKOM sebagai kampus berdampak yang mendorong hasil penelitian, inovasi, dan teknologi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat